Jumat, 09 Desember 2016

Subjek dan Objek Filsafat Pendidikan


Berfikir merupakan subjek dari filsafat pendidkan akan tetapi tidak semua berfikir berarti berfilsafat. Subjek filsafat pendidikan adalah seseorang yang berfikir/ memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh dan mendalam tentang bagaimanan memperbaiki pendidikan.
Objek filsafat, objek itu dapat berwujud suatu barang atau dapat juga subjek itu sendiri contohnya si aku berfikir tentang diriku sendiri maka objeknya adalah subjek itu sendiri. Objek filsafat dapat dibedakan atas 2 hal :
1.    Objek material adalah segala sesuatu atau realita, ada yang harus ada dan ada yang tidak harus ada
2.   Objek formal adalah bersifat mengasaskan atau berprinsi dan oleh karena mengasas, maka filsafat itu mengkonstatis prinsip-prinsip kebenaran dan tidak kebenaran

Pengertian Filsafat Pendidikan


Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.
Beberapa aliran filsafat pendidikan;
· Filsafat pendidikan progresivisme. yang didukung oleh filsafat pragmatisme.
· Filsafat pendidikan esensialisme. yang didukung oleh idealisme dan realisme; dan
·   Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme.
 Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal; menyala. tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem, serta pluralistis. Menurut progresivisme, nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kehudayaan. Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Filosofi Bhineka Tunggal Ika


Dalam makna Bhineka Tunggal Ika terkandung makna falsafah ilmu yang sangat dalam, tinggi, dan bermanfaat sekali dalam cara membangun hubungan sosial dan bermasyarakat. Indonesia yang terdiri dari ragam kultur budaya, adat-istiadat, dan terlebih agama sudah semestinya memberi teladan dan contoh kepada dunia bahwa dalam keberagaman itu terkandung sebuah kekuatan besar untuk melawan bentuk kegiatan-kegiatan negatif yang justru membawa kehidupan itu dalam kepunahan.
Walaupun masih dalam kajian penelitian yang lebih dalam lagi, bahwa sesungguhnya di bawah dasar samudera dan lautan Negara Kesatuan Republik Indonesia terdapat sebuah peradaban tinggi yang dahulu kala musnah oleh bencana alam yang dashyat. Seperti diketahui bersama, secara teori ilmu pengetahuan, bahwa kehidupan lebih memungkinkan ada dan sangat berkembang pada garis khatulistiwa. Dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah satu-satunya kawasan strategis di bumi yang memiliki berbagai kelebihan geografis dan kaya akan kandungan mineral perut-bumi.
Sebuah filosofi yang tinggi makna hanya lahir dari sebuah masyarakat dengan peradaban tinggi dan kaya intelektual juga. Lalu mengapa kita sebagai masyarakat Indonesia tidak mampu membangun peradaban yang tinggi dengan mencontohkan cara-berpikir nenek-moyang kita dahulu kala yang sangat sarat akan filosofi hidup.

Fungsi Kurikulum


Kurikulum sebagai alat dalam pendidikan mempunyai beragam jenis fungsi dalam pendidikan yang sangat berperan dalam kegunaannya. Fungsi kurikulum yaitu sebagai berikut :
a.       Fungsi Penyesuaian (the adjustive or adaptive function)
Kurikulum berperan sebagai penyesuaian yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dilingkungannya karena lingkungan bersifat dinamis yang artinya bisa berubah-ubah.
b.      Fungsi Integrasi (the integrating function)
Kurikulum berperan sebagai penyesuaian mengandung arti kalau kurikulum adalah alat pendidikan yang dapat menghasilkan pribadi-pribadi yang cakap yang bisa dibutuhkan dan berintegrasi di masyarakat.
c.       Fungsi Diferensiasi (the diferentiating function)
Kurikulum berperan sebagai diferensiansi yaitu sebagai alat yang memberi pelayanan dari beragam perbedaan di setiap siswa yang perlu dihargai dan dilayani.
d.      Fungsi Persiapan (the propaeduetic function)
Kurikulum berperan sebagai persiapan yang mengandung arti kalau kurikulum sebagai alat pendidikan mampu mempersiapkan siswa kejenjang selanjutnya serta juga mampu mempersiapkan diri untuk hidup dalam masyarakat, bila tidak melanjutkan pendidikan.
e.       Fungsi Pemilihan (the selective function)
Kurikulum berperan sebagai pemilihan yaitu memberi kesempatan untuk siswa untuk menentukan pilihan program belajar yang sesuai dengan minat serta bakatnya.
f.       Fungsi Diagnostik (the diagnostic function)
Kurikulum sebagai diagnostik mengandung arti kalau kurikulum merupakan alat pendidikan yang dapat mengarahkan serta memahami potensi siswa dan kekurangan dalam dirinya. Bila sudah memahami potensi lalu mengetahui kekurangannya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan potensi dan memperbaiki kekurangannya.

Definisi Kurikulum Menurut Para Ahli


Di Indonesia sendiri, arti “kurikulum” bisa dikatakan baru menjadi terkenal sejak tahun lima puluhan, yang diperkenalkan oleh mereka yang mendapatkan pendidikan di Amerika Serikat. Beikut ini adalah pengertian kurikulum menurut para ahli, diantaranya :
a.     George A. Beaucham (1976) : Pengertian kurikulum adalah dokumen tertulis yang mengandung isi mata pelajaran yang diajar kepada peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
b.     Neagley dan Evans (1967) : Pengertian kurikulum adalah semua pengalaman yang telah dirancang oleh pihak sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan siswa yang paling baik.
c.     UU. No. 20 Tahun 2003 : Pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pengajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
d.     Menurut Good V. Carter (1973) : Pengertian kurikulum adalah kelompok pengajaran yang sistematik atau urutan subjek yang dipersyaratkan untuk lulus atau sertifikasi dalam pelajaran mayor.
e.      Menurut Grayson (1978) : Pengertian kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan pengeluaran (out-comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran.
f.   Murray Print : Pengertian kurikulum adalah sebuah ruang pembelajaran yang terencana diberikan secara langsung kepada siswa oleh sebuah lembaga pendidikan dan pengalaman yang dapat dinikmati semua siswa pada saat kurikulum diterapkan.

Definisi Kurikulum


Kurikulum adalah program rancangan belajar mengajar yang dipedomani oleh pendidik dan peserta didik. Kurikulum berasal dari bahasa inggris yakni Curriculum yang berarti rencana pelajaran, dimana Curriculum berasal dari bahasa latin Currere yang mempunyai banyak arti seperti berlari cepat, maju dengan cepat, menjalani dan berusaha. Arti “Kurikulum” mempunyai beragam tafsiran yang dirumuskan oleh beberapa pakar ahli dalam bidang pengembangan kurikulum sejak dahulu hingga saat ini. Tafsiran-tafsiran mengenai pengertian ataupun definisi kurikulum itu berbeda-beda satu dengan yang lain, sesuai dengan titik berat inti dan menurut pandangan dari ahli yang berkaitan.
Kurikulum dalam pendidikan diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan anak yang akan diajar untuk memperoleh ijazah. Kurikulum sebagai program pendidikan harus meliputi : (1) Sejumlah mata pelajaran atau perkumpulan mengenai pengetahuan ; (2) pengalaman belajar atau aktivitas belajar ; (3) program belajar untuk siswa ; (4) hasil belajar sesuai yang diharapkan.
Dari rumusan tersebut, kurikulum diartikan sebagai program dan pengalaman belajar serta hasil pembelajaran yang diharapkan, yang diformulasikan lewat pengetahuan dan aktivitas yang tersusun secara sistematis, diberikan pada siswa di bawah tanggung jawab sekolah untuk membantu perkembangan dan perubahan pribadi serta kompetensi sosial siswa.


Zaman Modern


Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman Renaissance. Seperti Rene Descartes, tokoh yang terkenal sebagai bapak filsafat modern. Rene Descartes juga seorang ahli ilmu  pasti. Penemuannya dalam ilmu pasti adalah sistem koordinat yang terdiri atas dua garis lurus X dan Y dalam bidang datar. Isaac Newton dengan temuannya teori gravitasi. Charles Darwin dengan teorinya struggle for life (perjuangan untuk hidup).  J. J. Thompson dengan temuannya elektron.